Kamis,
27 April 2017. Usai berdoa, sekitar pukul 08.00 pagi kami memberitahukan dua
sesi game yang akan diikuti semua anak-anak kelas A-1. Karena hari ini lebih
banyak kegiatan diluar, kami memilih game Tom & Jerry untuk permulaan dan
Kuda Bisik untuk game terakhir. Dengan beberapa kesimpulan kami setuju bahwa
hadiah untuk sesi game adalah permen Milkita yang dinilai baik untuk anak-anak,
rencananya permen ini akan dibagikan setelah penentuan kelompok pemenang Kuda
Bisik. Guna menghindari tumbuhnya rasa iri dalam diri kelompok yang kurang
beruntung, kami memutuskan memberikan 2 permen untuk kelompok pemenang dan 1
permen untuk kelompok yang kalah.
Dan sesi Tom &
Jerry terlaksanakan dengan baik. Dengan bantuan Ibu Nisa dalam menertibkan
anak-anak untuk berdiri membentuk lingkaran besar, Risa menjelaskan aturan main
dan memilih anak yang nantinya akan menjadi kucing dan tikus. Permainan ini
bertujuan untuk melatih kekompakkan dan kecekatan anak dalam menghalangi kucing
agar si tikus tidak berhasil ditangkap. Dan kami agak tidak menyangka akan
antusiasme mereka, seperti hanya Chesta dan Todo yang ngotot ingin jadi tikus. Karena banyak kandidat, Risa dan Dhea pun
memilih Noah sebagai kucing dan Aleya sebagai tikus. Permainan berlangsung seru
ketika mereka mulai berlari, teman-teman Aleya sigap membuka ‘celah’ bagi Aleya
untuk masuk dan keluar. Sekitar kurang dari dua menit akhirnya Noah berhasil
menangkap Aleya dengan bantuan Naufal sebagai kucing kedua. Karena permainan
ini terhitung cepat kami kembali memilih kucing dan tikus namun dengan dua
orang sekaligus dan bisa dibayangkan, anak-anak berambisius mengangkat tangan
mereka minta dipilih.
Singkat cerita, kami kembali
memainkan game terakhir yang berlatar didalam kelas. Kuda Bisik adalah
permainan “pengantar pesan” dimana kami membagi mereka menjadi dua kelompok
beranggotakan 11 orang dan menyuruh mereka membuat barisan kebelakang. Kami
akan membisikkan satu kalimat pada anak dibarisan paling belakang.
“Jangan
buang sampah sembarangan.” Kalimat pertama yang kemudian disampaikan dengan
baik hingga kelompo pertama berhasil menyampaikannya kepada Risa yang sudah
menunggu dihadapan barisan paling depan. Selanjutnya diteruskan dengan kalimat “Hormati
gurumu”, pada momen ini kami harus kembali menahan tawa. Setelah disampaikan oleh Dhea, anak itu malah
membisikkan “Jangan buang sampah sembarangan” kepada teman didepannya, otomatis
kelompok satu lah yang menang.
Karena
bagi-bagi permen hanya bisa dilakukan sepulang sekolah, kami tidak bisa
memberikan permen secara langsung karena berbentur dengan persiapan UTS Kanji
yang akan dilangsungkan besok. Jadi kami meminta tolong kepada Ibu Nisa untuk
membagikan permen menggamtikan kami yang pualng lebih awal.Berikut adalah beberapa foto saat melakukan kegiatan sosial.
![]() |
| menjelaskan cara bermain |
![]() |
| pembagian kelompok |
![]() |
| permainan dimulai! |
![]() |
| "Jangan Buang Sampah Sembarangan." |
![]() |
| pemberian hadiah untuk kelompok yang menang |





No comments:
Post a Comment