Thursday, May 18, 2017

Kegiatan Sosial hari Rabu, 10 Mei 2017

Rabu, 10 Mei 2017 menjadi hari terakhir kami dalam kegiatan luar kelas di TK Pembina Nasional. Kami lebih mengamati karena seluruh anak dari masing-masing kelas akan menghadapi lomba lagi. Pukul 08.00 pagi seluruh anak dari Kelompok Bermain sampai B-3 dikumpulkan dalam satu aula, menunggu kelas mereka dipanggil untuk perform masing-masing setelah senam selesai. Ada kejadian menarik dimana seorang anak dari Kelompok Bermain bernama Alif enggan bercampur dengan teman-temannya dan memilih berdiri diluar aula, ia tetap kokoh dengan tindakannya meskipun para guru memintanya bergabung.
            Risa pun mendekati anak tersebut, mencoba mendekatkan diri dengan membuka percakapan namun yang ada Alif malah menarik tangannya dan menuntunnya ke sebuah ayunan, memintanya bermain. Tak lama kemudian Alif mau diajak bergabung bersama kelompoknya, dia adalah anak yang ceria ternyata, suka berpose didepan kamera selagi Rani sibuk mendokumentasi.
            Hari ini kami hanya ditugaskan mengawasi anak-anak hingga waktu makan siang dan akhirnya pulang. Benar-benar tidak ada waktu game atau pengajaran bagi mereka. Setelah bel pulang sekolah berbunyi kami berpamitan dengan para guru khususnya Ibu Nisa dan Ibu Tati atas kerjasama dan pertolongan mereka yang membuat kegiatan luar kelas kami berjalan lancar.


Berikut adalah beberapa foto saat melakukan kegiatan sosial.

Bersiap makan

Persiapan latihan Pensi



Tuesday, May 16, 2017

Kegiatan Sosial hari Kamis, 27 April 2017 Pukul 07.30

Kamis, 27 April 2017. Usai berdoa, sekitar pukul 08.00 pagi kami memberitahukan dua sesi game yang akan diikuti semua anak-anak kelas A-1. Karena hari ini lebih banyak kegiatan diluar, kami memilih game Tom & Jerry untuk permulaan dan Kuda Bisik untuk game terakhir. Dengan beberapa kesimpulan kami setuju bahwa hadiah untuk sesi game adalah permen Milkita yang dinilai baik untuk anak-anak, rencananya permen ini akan dibagikan setelah penentuan kelompok pemenang Kuda Bisik. Guna menghindari tumbuhnya rasa iri dalam diri kelompok yang kurang beruntung, kami memutuskan memberikan 2 permen untuk kelompok pemenang dan 1 permen untuk kelompok yang kalah.
          Dan sesi Tom & Jerry terlaksanakan dengan baik. Dengan bantuan Ibu Nisa dalam menertibkan anak-anak untuk berdiri membentuk lingkaran besar, Risa menjelaskan aturan main dan memilih anak yang nantinya akan menjadi kucing dan tikus. Permainan ini bertujuan untuk melatih kekompakkan dan kecekatan anak dalam menghalangi kucing agar si tikus tidak berhasil ditangkap. Dan kami agak tidak menyangka akan antusiasme mereka, seperti hanya Chesta dan Todo yang ngotot ingin jadi tikus. Karena banyak kandidat, Risa dan Dhea pun memilih Noah sebagai kucing dan Aleya sebagai tikus. Permainan berlangsung seru ketika mereka mulai berlari, teman-teman Aleya sigap membuka ‘celah’ bagi Aleya untuk masuk dan keluar. Sekitar kurang dari dua menit akhirnya Noah berhasil menangkap Aleya dengan bantuan Naufal sebagai kucing kedua. Karena permainan ini terhitung cepat kami kembali memilih kucing dan tikus namun dengan dua orang sekaligus dan bisa dibayangkan, anak-anak berambisius mengangkat tangan mereka minta dipilih.
            Singkat cerita, kami kembali memainkan game terakhir yang berlatar didalam kelas. Kuda Bisik adalah permainan “pengantar pesan” dimana kami membagi mereka menjadi dua kelompok beranggotakan 11 orang dan menyuruh mereka membuat barisan kebelakang. Kami akan membisikkan satu kalimat pada anak dibarisan paling belakang.
“Jangan buang sampah sembarangan.” Kalimat pertama yang kemudian disampaikan dengan baik hingga kelompo pertama berhasil menyampaikannya kepada Risa yang sudah menunggu dihadapan barisan paling depan. Selanjutnya diteruskan dengan kalimat “Hormati gurumu”, pada momen ini kami harus kembali menahan tawa. Setelah disampaikan oleh Dhea, anak itu malah membisikkan “Jangan buang sampah sembarangan” kepada teman didepannya, otomatis kelompok satu lah yang menang.
            Karena bagi-bagi permen hanya bisa dilakukan sepulang sekolah, kami tidak bisa memberikan permen secara langsung karena berbentur dengan persiapan UTS Kanji yang akan dilangsungkan besok. Jadi kami meminta tolong kepada Ibu Nisa untuk membagikan permen menggamtikan kami yang pualng lebih awal.

Berikut adalah beberapa foto saat melakukan kegiatan sosial.

menjelaskan cara bermain

pembagian kelompok

permainan dimulai!

"Jangan Buang Sampah Sembarangan."

pemberian hadiah untuk kelompok yang menang

Kegiatan Sosial hari Rabu, 26 April 2017 Pukul 07.30

Rabu, 26 April 2017 di jam 08.00, tiba-tiba Ibu Tati mengubah target kelas kita dari B-1 ke A-1 dikarenakan seluruh kelas B akan berangkat ke perlombaan. Kamipun mendapat informasi bahwa sesi yang yang akan kami bawakan hanya diberi waktu 30 menit, jadi kami seperti menunda sesi game untuk hari ini. Di kelas ini anak-anak belum mahir membaca dan menulis, mereka juga lebih sulit diatur daripada kelas sebelumnya. Ibu Nisa dan Ibu Nunung adalah guru yang mengajar di kelas tersebut, bergegas menuntun anak-anak untuk senam di aula sampai masuk kelas. Tidak ada yang berbeda dengan kegiatan antara kelas A dengan B, mereka juga punya sesi Tukar Cerita dan pembelajaran lainnya.
            Kami kembali beradaptasi dengan suasana yang berbeda, dengan total dua puluh dua anak dan karakteristik mereka masing-masing. Disini kami mulai membawakan materi dengan memberikan contoh singkat tentang menghargai seseorang dengan membahasakan mereka agar diam dan menyimak ketika ibu guru mengajar (sayangnya momen ini tidak sempat diabadikan). Yah, hari ini tidak beda jauh dengan hari kedua, dimana kami lebih banyak menjadi asisten guru yang aktif membantu anak-anak dalam sesi kelas mereka.
 
Berikut adalah beberapa foto dan video saat melakukan kegiatan sosial.
 
persiapan senam pagi
materi tentang benda benda di langit

mewarnai dengan dua warna berbeda untuk dua ukuran matahari yg berbeda
waktu istirahat dan makan


 

Kegiatan Sosial hari Jum’at, 17 Maret 2017 Pukul 08.00 Pagi

Berdasarkan rekomendasi dari salah satu anggota CB kami, akhirnya kami memutuskan bahwa tempat itulah yang akan menjadi target kami untuk pengajaran karakter berbau kewarganegaraan. Untuk awalan {sesuai prosedur yang tertera pada Tugas Luar Kelas Character Building}, kami bertiga melakukan survey menuju sebuah Taman Kanak-kanak yang terletak di Jakarta Selatan itu pada tanggal 17 Maret 2017. Pertama-tama kami menemui Ibu Tati, seorang kepala sekolah sekaligus aktif sebagai guru disana. Dengan membawa proposal, surat izin, serta bingkisan untuk ucapan “minta bantuannya”, komunikasi pun berjalan lancar hingga kami menerima izin Selasa kemudian tanggal 21 Maret. Hari kami mengajar sangatlah fleksibel, meskipun begitu penempatan kelas yang akan kami ajarkan ada ditangan pihak Taman Kanak-kanak.

Berikut adalah hasil foto yang kami dapat saat melakukan survey.

Arena Balok


Ruang Kelas

Ruang Kelas


Rak Sepatu

Tempat bermain


Perpustakaan

Arena Melukis

Kegiatan Sosial hari Senin, 3 April 2017 Pukul 07.30 pagi

Senin, 3 April, kami tidak berbuat banyak pada hari ini, atau bisa dibilang hanya sekadar adaptasi diri. Tepat jam 8 pagi kami sampai disana, saat itu anak-anak sedang melaksanakan upacara bendera yang baru selesai setengah jam kemudian. Karena hari Senin, kegiatan anak-anak lebih banyak diluar kelas {ditambah pelatihan perlombaan HARDIKNAS antar TK}. Kelas pertama yang kami ajar adalah B-1, Ibu Nur menempatkan kami dalam kelompok anak yang sudah bisa membaca. Kami berkenalan dengan Ibu Nur yang mengajar di kelas tersebut, untuk hari pertama kami sekadar membantu menertibkan anak-anak dan mendampingi mereka.
            Setelah berdoa bersama sesi Bertukar Cerita pun dimulai, sang guru meminta 3 anak untuk menceritakan apa saja yang mereka lakukan dihari libur dan ini direspons sangat antusias. Ketika sang anak selesai bercerita Ibu Nur akan membuka sesi tanya jawab yang juga direspons antusias dengan segelintir pertanyaan yang membuat kami ingin tertawa.
“Mainnya sama siapa?”
“Kamu mainnya senang tidak?” dan beberapa pertanyaan polos lainnya. Mereka kembali belajar diluar sehabis sesi ini selesai.
            Sembari mengawasi, kami juga mengamati lingkungan sekitar seperti kolam, aula, alat bermain dan semacamnya. Ternyata gambaran Kewarganegaraan sudah ada di Taman ini, contohnya pengenalan terhadap tokoh pahlawan seperti Ir. Soekarno, Ki Hajar Dewantara, bahkan pengorbanan hebat dari anak Jendral Abdul Haris Nasution tergantung dibeberapa pohon dengan rapi. Kembali ke pengawasan kami, saat ini anak-anak sedang bermain bola dalam keranjang, beberapa diantara mereka melakukan senam, lari estafet, gerak jalan dan melukis.
            Jam 09.30 waktu mereka bermain diluar telah habis, dilanjutkan dengan rangkaian pembelajaran menyenangkan dalam kelas. Merakit lego, menulis kalimat (kelas bahasa), menulis angka (kelas matematika), dan seni mewarnai gambar menjadi kegiatan yang membuat dua puluh anak itu dibagi menjadi 4 kelompok lalu mengikuti semua sesi secara bergiliran jika sudah menyelesaikan suatu pembelajaran. Kami pun berpencar, mengawasi sekali-kali membantu anak-anak jika mereka kesulitan. Saat ini kami mulai melakukan pendekatan, cukup dibilang sukses dihari pertama bagi kami yang tidak pernah berbaur dengan banyak anak-anak. Semua pembelajaran pun berhenti ketika waktu makan tiba pukul 10.30, sebelum itu dilakukan pemeriksaan kebersihan (seperti pengecekan kuku, rambut, telinga, dan gigi) rutin di hari Senin. Hari kedua ini pun berakhir setelah makan siang.
Berikut adalah beberapa foto saat melakukan kegiatan sosial.
Para siswi menulis judul buku

Para siswa menulis angka yang ada pada pilihan kertas


Ibu guru mengajak para murid bercarita tentang pengalaman mereka

Latihan Menari

Latihan menggambar

Latihan senam

Bersiap pulang

Saturday, April 1, 2017

Proposal Kegiatan Sosial CB Kewarganegaraan


Proposal ini dibuat oleh :
Risa Wulandari Khoirunnisa sebagai ketua
Dhea Destiana Putri sebagai Bendahara
Rani Puspa Yani sebagai Sekretaris